;

Kamis, 27 Juni 2013

Menghindari Bahaya Fitnah di Internet

Kamis, 27 Juni 2013

Bag sumdaatam - Menghindari Bahaya Fitnah di Internet  | Beberapa individu bahkan perusahaan telah rusak reputasinya karena postingan-postingan di internet. Fitnah dari Internet dapat terjadi ketika terkadang adanya pernyataan palsu yang dibuat dan menyinggung seseorang atau perusahaan tertentu. Ada beberapa negara yang menawarkan warganya kebebasan berbicara kepada para warganya seperti contoh Amerika Serikat sebagai negara liberal. Tetapi banyak orang yang menyalahartikan bahwa mereka dapat membuat pernyataan apa pun yang mereka inginkan dan untuk siapa saja yang mereka mau.
Ketika kebebasan ini menjadi salah kaprah pada domain publik seperti Internet, hal tersebut dapat merusak reputasi orang lain yang menjadi fitnah tentunya. Para pihak yang disalahkan kemudian dapat menggunakan haknya selaku waga negara yang bebas dalam hak mereka untuk mencari kompensasi dan mengajukannya ke lembaga arbiter untuk menyelesaikan kasusnya. Disisi lain bahwa orang atau perusahaan yang tercemar atau terkena fitnah telah merasakan sebagai akibat dari postingan fitnah tersebut.

Fitnah di internet dilakukan pada situs tertentu. Jika sauatu individu atau korporasi dituduh dalam posting-posting yang mengandung fitnah, maka mereka wajib melawannya. Dengan cara menghapus postingan yang mengandung fitnah terhadap seseorang atau suatu perusahaan. Proses untuk menghapus posting cukup sederhana. Biasanya terdapat semacam blangko bentuk keluhan yang wajib diisi yang berisikan informasi identitas, komentar serta informasi kontak dari orang yang menulisnya. Alasan untuk menghapus komentar juga harus ditentukan dalam bentuk keluhan.

Setelah komplain diajukan orang yang menulis komentar akan diberitahu. Bukti akan diminta darinya seperti mengapa ia menulis isi dan apa bukti balik keabsahannya ini. Dalam waktu tujuh hari Orang yang menulis konten harus menanggapi tuduhan pencemaran nama baik internet tersebut. Dalam kasus penulis tidak menanggapi pemberitahuan, diambil sebagai bukti bahwa pelapor benar dan konten tidak memiliki kebenaran di dalamnya. Situs web yang memasang konten tersebut kemudian diminta untuk menghapus postingan yang mendandung fitnah. Jika konten telah dipublikasikan di website lain, mereka akan diminta untuk menghapus konten juga.

Jika ditilik dari segi penulis,mereka terkadang menegaskan bahwa apa yang ia tulis pada postingannya adalah benar. Akan tetapi ia tidak mematuhi keputusan untuk menurunkan konten. Dalam kasus tersebut kedua pihak yang dipaksa untuk mencari arbiternya. Kasus-kasus ini biasanya diambil untuk pihak ketiga yang netral dan mampu memberikan penilaian yang adil. Penting untuk dicatat bahwa penghakiman ini dibuat semata-mata pada bukti-bukti tertulis yang diberikan oleh kedua belah pihak. Tanpa titik dalam kasus ini adalah salah satu dari dua belah pihak diizinkan untuk berbicara kepada arbiter. Dan pada saat ini biasanya tidak diperlukan saksi dalam prosesnya.

Fitnah di internet harus ditanggapi secara serius. Terlebih dari sekedar berdialog di dalam kehidupan nyata, orang hari ini lebih banyak menyampaikan isi kepalanya didalam halamn website atau blog. Sehingga dengan cepat menjadi sumber informasi pertama bagi banyak orang di seluruh dunia. Sesuatu yang mereka baca di Internet, dianggap adalah suatu kenyataan. Itulah sebabnya ketika seseorang menulis sesuatu yang salah pada situs web apapun yang mengandung privasi seseorang, hal itu harus segera diantisipasi manakala sebelum menyebar menjadi opini yang kurang baik. Berbagai macam informasi yang salah telah di dunia internet telah menelan banyak korban di dunia nyata.

Semoga beberapa hal diatas dapat menjadi bahan untuk kita menhindari Menghindari Bahaya Fitnah di Internet.
Disadur dari ezine artikel


Terimakasih Telah Berkunjung di Blog Bag Sumda Polres Aceh Tamiang

Tumbur Siregar - 21.18

0 komentar:

Poskan Komentar